Presiden Ulang Tahun Ke-59

Wah, pengen ngucapin selamat ulang tahun dulu ah,, memang dah terlambat sih. Seharusnya, ucapan ini tanggal 9 september kemarin, Tapi, gak salah deh ngucapinnya karena ini adalah hari spesial buat orang super spesial.
presiden lagi motong nasi tumpengSBY lagi motong nasi tumpeng
“ Selamat Ulang Tahun Bapak Presiden Republik Indonesia – Susilo Bambang Yudhoyono yang ke-59. Moga Sukses buat bapak untuk mengantarkan dan membimbing Negeri ini kearah yang lebih baik pak. Semoga juga Tahun depan bapak juga bisa dipercayakan oleh Negeri ini untuk memimpin kearah yang lebih baik lagi. “

Oh ya, tau atau enggak yah pak SBY aku tulisin ini ??? Ah, mana urus, yang penting menurutku ini wajar dan pantas aja, aku sebagai warga Negara Indonesia mengucapkan Ultah kepada Presiden-ku.

Baca Seterusnya.....

"....Umurku Tidak Lebih Dari 1 Bulan Lagi...." Katanya ( II )

Kira-kira seminggu setelah chat curhatnya itu, akhirnya kami chat lagi dengan lama. Walaupun memang hampir tiap hari kami chat “just say hello aja”. Akan tetapi, malam itu, dia kembali bercerita, menceritakan betapa bahagianya dirinya. Cerita yang juga tentunya memberikan harapan untuknya dan cerita yang tentu saja membuat hatiku juga merasa bahagia.

Berita tentang penyakit kanker yang dideritanya sudah mulai sembuh. “..Aku sudah sembuh bot, setelah menjalani proses operasi dan chemotherapy beberapa kali..” ujarnya saat itu. Sambil mengirimkan “icon tersenyum” di YM waktu itu. Tentu saja aku juga merasa bahagia akan berita itu. Tentu saja aku turut merasakan senang yang dialaminya itu. “…Syukur deh bot..” ujarku ketika itu.

Dia juga bercerita bahwa waktu itu, waktu chat itu, dia sedang berada di Rumah Sakit di Dallas. Setelah selesai melakukan chemotherapy, akhirnya dia memutuskan untuk chat dan berbagi dengan teman-teman di dunia mayanya. Aku sempat bertanya waktu itu, “..apakah kamu dah kuat dan cukup tenaga bot untuk chat..?” Dari seberang dia mengetik dan terlihat olehku dimonitorku. “..memang sih masih agak lemas bot, makanya, aku ngetik agak perlahan yah,,,!! “ ujarnya. Aku langsung jawab dengan Ok deh klo gitu, tapi gak usah dipaksain, kataku. Setelah dianya bercerita sedikit tentang proses chemotherapy yang dialaminya, akhirnya kami kembali chat dengan gembiranya.

Sempat juga dia menanyakanku kapan pulang kampung. Sedikit kuperjelas, bahwa kampungku dan kampung dia berdekatan, dan hanya berjarak kira-kira 7 Km. Dia juga mengatakan bahwa dia sangat-sangat rindu pulang ke kampung halaman dan berjumpa dengan kedua orang tuanya. “..Dengan candanya, dia mengatakan ; disini gak enak bot, gak bisa makan daun ubi (daun singkong), soalnya disini gak ada…Klo di kampungkan, bisa sesuka hati memasak dan makan pake sayur daun ubi…” katanya waktu itu.

Kontan aja aku tertawa karena candanya itu. Sempat juga aku mengatakan “Udah bot, kamu suruh aja pak Bush nanam ubi kayu (singkong), kan bisa klen petik bersama…” candaku. Kontan aja dia mengirimkan “icon Tertawa” beberapa kali. Trus, dia berkata, “…ah, aku pulang taun depan ajalah..” katanya. Pokoknya, gak enaklah bot disini, ujarnya. Lingkungan disini tidak seperti lingkungan di kampung kita bot, katanya. Walaupun tentang teknologi disini oke banget, tapi masalah sosial, kampung masih menang jauh, lanjutnya juga. Akan tetapi, chat kami tiba-tiba terhenti karena dia mengatakan klo bahu hingga lengan sebelah kirinya itu sakit lagi. Jadi, aku pun menyarankan dia untuk istrahat.

Hari-hari berikutnya, hingga kini, aku tidak pernah lagi chat sama dia, setelah chat yang berberita kesembuhannya itu. Dalam hati tentunya aku bertanya-tanya. Teman yang lain (teman semilist) juga pada bertanya tentang dia. Dan tidak satu orang pun tau.

Hingga akhirnya, tanggal 24 agustus sore, aku kembali OL dan melihat isi dari blog ini. Kucoba perhatikan “recent comment” yang ada di blogku. Betapa terkejutnya aku melihat ada komentar yang mengatakan seperti ini :
Ralita Sitio passed away on 25 August 2008. We will miss her beautiful smile and her gentle, funny spirit. We rejoice in knowing that she is now free of pain!
Tentu saja hatiku terkejut dan tidak terima akan itu. Tapi, karena melihat link yang memberikan comment itu tidak ada (Anonim) liat comentar paling bawah, akhirnya aku mengacuhkan saja comment tersebut. Ini bisa saja orang yang iseng terhadap dia, pikirku.

Tapi, rasa penasaran dan pengen membuktikan dia itu baik-baik saja, akhirnya aku melihat ke blog dia dan friendster dia . Akan tetapi, disana aku menemukan kata seperti itu juga. Dalam rasa penasaran, aku coba buatkan pesan di kotak pesan di blognya, dan menyuruh kawan yang lain untuk menanyakan keadaannya lewat massage di Friendster.

Akan tetapi, dua hari setelah itu, tidak ada juga jawaban akan keadaan dan berita dia. Hingga akhirnya, rasa penasaran berkecamuk diantara kawan-kawan semilist. Tapi, semuanya percaya, bahwa dia baik-baik aja. Karena sebelumnya, dia bercerita jika penyakit kankernya itu sudah sembuh. Semua berharap dia sehat walaifiat aja.

Tapi, besoknya, aku coba masuk ke blog dia, karena tidak ada jawaban tentang keadaannya. Adalah orang yang mengaku dekat sama dia disana, dan memberikan sebuah email untuk bisa dijadikan sumber komunikasi. Langsung aja aku kirim email ke untuk menanyakan berita tersebut ke email itu. Dua hari setelah aku kirim email untuk menanyakan informasi itu, akhirnya email balasan dari teman dia itu akhirnya datang juga hari senin yang lewat.

Betapa terkejutnya aku membaca isi email tersebut. Betapa sedihnya aku melihat kenyataan dan kepastian berita kepergiannya benar adanya. Betapa rindunya aku akan canda dan tawanya seperti yang dulu. Akan tetapi, semuanya sudah sirna, semuanya tak akan dapat saya liat lagi. Semuanya tidak akan dapat kurasakan lagi. Dia telah pergi untuk selamanya, dan telah bersanding bahagia dengan Bapa di Surga.

Akhirnya, setelah membaca berulang-ulang isi email itu, aku berikan juga info itu kepada teman-teman semilist. Hingga akhirnya semuanya merasa sedih dan berduka akan kepergiaannya. Semuanya terharu akan penomena yang telah dibuatnya selama ini. Memang dia adalah seorang person yang bisa membahagiakan orang dan selalu tampil ceria di antara teman-teman milist.

“..Selamat jalan botouku, selamat jalan temanku, semoga kamu senang bersamaNya bahagia disisiNya. Saat ini, kamu tidak akan merasakan sakit yang amat dalam itu lagi. Saat ini kamu tidak akan merasakan takut lagi akan hidup. Karena kamu akan hidup bersamaNya selamanya. Amin..”

*Tulisan ini untuk Ralita Sitio di Rumah Bapa.

Baca Seterusnya.....

"....Umurku Tidak Lebih Dari 1 Bulan Lagi...." Katanya ( I )

Beberapa waktu yang lalu, dia pernah mengatakan bahwa “hidup dia atau umur dia” tak akan lama lagi. Disaat itu, dia banyak cerita tentang semua yang dialaminya di negeri sana. Disaat jauh dari orang tua, dan jauh dari sanak-saudara, jauh dari iklim social yang bersahabat seperti dikampungnya, akhirnya dia hanya bisa melepaskan segala galau dan takut dihatinya dengan menangis.

Rasa sakit yang semakin menjadi di bahunya, dan rasa takut seakan telah menjadikannya telah pasrah akan segala sesuatu hal yang terjadi pada dirinya. Dalam ceritanya dia mengatakan :
”….Umurku telah di vonis oleh para dokter yang merawatku bot, dan hanya akan bisa bertahan tidak lebih dari 1 bulan……Karena kanker ganas yang kuderita di bahuku tak akan bisa disembuhkan”
Dalam paraunya suaranya karena isakan tangis, dalam ceritanya dia masih memaksakan diri untuk bisa tetap tertawa. Walaupun aku tau, itu hanya tawa yang pasti hanya untuk bisa membuat sedikit rasa getir dan takut itu akan hilang.

Setelah dia bercerita panjang lebar akan “kisah” nya, akupun mencoba untuk bisa membangkitkan sedikit semangat jiwanya dengan mengatakan bahwa “hidup kita tidak berada ditangan dokter atau siapapun, akan tetapi hanya Tuhanlah yang tau akan hidup dan segala lika-liku kehidupan kita” terangku. Oleh karena itu, serahkan semuanya kepadaNya, dan berdoalah dengan segala ketulusan hatimu serta ceritakan semua masalahmu kepadaNya, ujarku. Dia diam sejenak mendengarku bicara dan menghapus air mata yang menetes di pipinya, trus berkata “Ya Tuhan, ampunilah aku”.

Mendengar dia berkata seperti itu, aku bisa merasakan betapa takutnya dia akan kata-kata dokter yang merawatnya itu. Mendengar seperti itu, aku bisa merasakan betapa menderitanya dia akan penyakitnya itu. Mendengar itu juga, hatiku seakan terenyah akan suatu doa dan pengharapan yang begitu tulus dari hatinya. Hingga dia akhirnya diam dan mengatakan bahwa dia tidak semangat lagi untuk hidup.

Dalam hal ini, aku langsung berkata :
"..Sepertinya Lita bukan seorang kawan yang kukenal sebelumnya. Lita yang kukenal adalah seorang person yang selalu ceria dan selalu tertawa disetiap ada masalah.."
Dia mencoba untuk menarik nafas dalam-dalam dan mencoba untuk tersenyum. Sebuah senyum coba dibuatnya di wajahnya yang sangat getir dimataku. Namun aku mencoba untuk membangkitkan semangat di dirinya dengan mencoba bercerita ke topik lain yang bisa membuatnya tertawa dan sedikit waktu bisa melupakan semua rasa takut dan getir dihatinya.

Hingga akhirnya, setelah saling bercerita tentang topik yang lain, dia akhirnya bisa tertawa lepas dan sinar harapan memancar dari matanya. Sebuah sinar kebahagiaan memancar dari matanya, dan senyum getirnya telah berganti menjadi sebuah senyum yang manis. Setidaknya sedikit rasa gejolak dan takut di hatinya telah terobati menurutku.

Hingga pada akhirnya, dia meminta untuk OFF karena pingin istrahat siang. Diakhir kataku aku berpesan “....Untuk tetap semangat karena bisa saja saat ini kita takut, khawatir, sedih, dan prustasi ; akan tetapi, besok, lusa dan selanjutnya, kita bisa tertawa, bahagia, dan senang oleh karenaNya. Oleh karena itu, serahkan semuanya kepadaNya..... “ pesanku.

Akhirnya, dia pun SIGN OUT dari YM nya dan CAM nya, dan pembicaraan kami berakhir sampai disitu.

* Bersambung…………

Baca Seterusnya.....

Pekerjaan Rumah = PR

Tanggal 27 agustus yg lalu, itu terakhir aku posting di blog ini. Ini dikarenakan speedol yang lagi (suka-sukanya) buat koneksi (lag gitu deh). Pas melakukan blogwalking ke calon guru cari income di internet, buat acara PR-PR an gini. Wah, harus dikerjain dong, lagian koneksi speedol dah bisa diajak kompromi neh.

OK, kita mulai aja :
4 Pekerjaan :
1. Operator Warnet
2. Blogger Newbie
3. Pernah kuliah ampe D3, makanya gelar AMD = abg menganggur dek
4. Pengen ikutan menjadi reviewer (ini nanti deh, belajar dolo)

4 Tempat tinggal :
1. Ngekost di Medan
2. Kampung di Pematang Purba (Klo ada yg pernah tau Rumah Bolon, disitu lah tempatnya)
3. Di warnet ini juga aku sering jadikan tempat tinggal.
4. Belum ada…masih Amd, jadi blom bisa beli....

4 Fav food :
1. Tempe Goreng
2. Pergedel
3. Nasi Goreng
4. Ifu mie

4 Situs kesukaan :
1. kompas.com
2. detiksport
3. blog ini
4. Dan blog smua teman-teman

4 Film kesukaan :
1. Semua film dari Bruce Wills
2. Now, where you can go..! (Jean claude Van Damm)
3. Spiderman
4. Batman (kelelawar seperti aku)

4 Acara TV Fav :
1. Bocah Petualang (trans 7)
2. Jejak Petualang (trans 7)
3. Debat (tv one)
4. Kick Andy (Metro Tv)

4 Next target :
1. nich
2. Junjung Purba
3. coetanarie
4. Bayu Aditya Teman baru gua

Klo ada waktu, dikerjain ya bro,,ya lae,,ya friend...

Baca Seterusnya.....