"Simalungun = Saimalungun "

Buat kita warga simalungun,,pasti tidak heran lagi jika simalungun itu selalu terbelakang dari pada suku batak lainnya. simalungun selalu sama seperti "saimalungun". saimalungun artinya tetap aja gak ada apa-apa, atau tetap diam.

melihat perkembangan komunitas warga batak di internet, hanya simalungun yang tetap saimalungun. jika suku yang lain sudah mempunyai komunitas, atau mailinglist tersendiri di dunia cyber, tidak lah demikian dengan simalungun. Kita ibarat penonton yang baik di dunia cyber/ internet. kita hanya bisa menonton suku2 yang lain, yang sudah menjelma menjadi suatu bagian dari internet. Minimnya website yang mengandalkan komunitas simalungun, membuat kita tetap "saimalungun".


Saya selalu iri melihat teman2 dari suku lain, yang telah menjadikan internet menjadi suatu sarana untuk saling berjumpa, dan dapat membangkitkan rasa cinta akan budayanya.Yang saya tau, simalungun hanya memiliki simalungun.net, simalungunkab.go.id, web komunitas tentang simalungun di dunia maya, (saya mohon maaf, jika teman2 masih mempunyai web yang lain).

Di kedua web ini, saya melihat tidak ada perkembangan dari web itu sendiri. berita2 nya pun tidak di update tiap harinya, beritanya itu2 aja. Di group simalungun, yang ada di Friendster.com pun tidak ada perubahan sama sekali, sama saya "saimalungun". di chanel #sim@lungun pun di MIRC juga sama saja. malah, orang lain dari suku yang lain yang sering jumpa di chanel ini. Di group simalungun di FS, pernah kami membuat suatu terobosan, yakni : membuat group di Multiply.com untuk dapat berbagi rasa, dan berbagi lagu.

Akan tetapi, itu juga sama saja, tidak ada respon dari kita warga simalungun. Kadang dalam hati, saya bertanya : "Apakah warga simalungun malu menjadi warga simalungun ?" dan juga, di group itu pun kita warga simalungun tetap menggunakan bahasa Indonesia,, tidak dengan bahasa simalungun kita.

"Ada apa dengan simalungun ???" ini seharusnya kita pikirkan bersama, karena lambat laun jika keadaannya tetap begini, maka budaya simalungun itu akan hilang ditelan waktu. Kita seharusnya dapat menjadi penerus dari budaya simalungun itu..................demi menjadikan simalungun menjadi budaya yang dikenal oleh semua orang, dan menjadikan simalungun tidak lagi "saimalungun"...

"sekian dari saya,,,,jika teman2 ada tau tentang web simalungun, tolong diberitahukan ya,,,,"
horas simalungun,,,andohar ma simalungun maju untuk hudepan ni, pakon tong-tong ma budaya simalungun i lestarihon hita......

Baca Juga Yang Ini:



Comments :

4 comments to “"Simalungun = Saimalungun "”
suprie said...
on 

sabar pal...
waktu akan menjawab, memang butuh waktu yang lama untuk membudayakan internet untuk kalangan suku, mungkin karena dari kecil jarang browsing, dan agak malas, makanya susah untuk menghidupkannya di dunia maya ini.
tapi, semakin lama, ntar juga pasti bisa kok...
di perkirakan tahun 2020, setiap rumah tangga memiliki koneksi internet, jadi semua orang pasti akan semakin giat browsing,
bage kuakap bas aku nari..
apai denga kena si nambahisa??
bujur
hehehe

dorey said...
on 

Emang betol sih web2 atw pon blog2 tentang simalungun itu jarang adanya dan cendrung gak update,mungkin karena kesibukan masing2 kali taulah orang simalungun kan suka kerja dan gak ada waktu tuk ngotak ngatik web nya.
Orang simalungun tetap simalungun bukan saimalungun gak usah di tambah2 i atw di kurang2 i.
www.bona-gallery.com/dorigirsang (MY BLOG )

harikuhariini said...
on 

Ga saimalungun jg sich Bang.. banyak jg kok tokoh simalungun yg eksis sekarang. tp masih sedikit sich emang.
Mungkin karna org simalungun terkenal plegmastis kali, makanya jarang terlihat di permukaan. :D

Jaya said...
on 

Inilah mungkin yang harus kita rubah...kita terlalu banyak mengalah dan bersembunyi...mari tunjukkan kalo kita tidak kalah dengan mereka..kita juga bisa..

Post a Comment